RENSTRA

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dengan memanjatkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT., karena hanya dengan ijin dan ridha-Nya, Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) SMA Negeri 1 Betara, dapat kami persembahkan sesuai dengan pedoman yang ada.

Selanjutnya, dalam penyusunan proposal RPS ini, kami telah melibatkan berbagai komponen yang ada di Sekolah, mulai dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, Peserta Didik / OSIS, Tenaga Aministrasi Sekolah (TAS) dan Pengurus Komite SMA Negeri 1 Betara. Oleh karena itu, diharapkan dengan rencana dan program yang telah kami buat dan sepakati ini hendaknya dapat dipedomani dan dilaksanakan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya di SMA Negeri 1 Betara.

Semoga dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari Komite Sekolah SMA Negeri 1 Betara, dapat meningkatkan kualitas pendidikan peserta didik di masa-masa yang akan datang.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tanjung Jabung Barat,   Juli 2011

Kepala SMA Negeri 1 Betara

NUNG ARDANI, S. Pd

NIP. 19680429 199203 1 001


 

Profil Sekolah SMA Negeri 1 Betara

Pendidikan menengah diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi.

Pendidikan menengah umum adalah jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan kemampuan siswa untuk melanjutkn pendidikan tinggi dan mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian. Sebagai anggota masyarakat, siswa diharapkan mampu mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitarnya (PP. No. 29/90).

Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan satuan pendidikan di jalur pendidikan sekolah yang menyelenggarakan pendidikan umum dan mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan ketrampilan peserta didik dengan pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan (UU No. 2/89).

Untuk memenuhi harapan-harapan tersebut di atas, maka SMA Negeri 1 Betara dalam program pengajarannya selama ini telah melakukan dua program, yakni program pengajaran umum dan program pengajaran khusus.

Program pengajaran umum merupakan program yang wajib diikuti semua siswa kelas X, dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitarnya serta meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan minat siswa sebagai dasar untuk memilih program pengajaran khusus yang dipilihnya di kelas XI nanti.

Program pengajaran umum ini mencakup bahan kajian yang disusun dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Kewarganegaraan, Bahasa dan Sastra Indonesia, Bimbingan dan Konseling, Komputer, Pendidikan Seni, Sejarah Nasional dan Umum, Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang terdiri dari Fisika, Biologi, dan Kimia, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang meliputi Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Tata Negara, dan Antropologi.

Sedangkan program pengajaran khusus diselenggarakan di kelas XI yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat siswa. Program ini dimaksudkan untuk mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikannya ke jenjang pendidikan tinggi bidang akademik atau profesional.

Pada kesempatan lain SMA Negeri 1 Betara secara premis tampak mencuat. Bukan sebagai lembaga yang penuh gengsi, melainkan sebagai lembaga yang menginternalisasikan nilai-nilai Imtaq dan Iptek di dalam perilaku peserta didiknya. Sistem nilai yang dipakai untuk mengembangkan sumber daya manusia itulah yang membedakan satu lembaga dari yang lainnya. Nilai-nilai kejujuran, ketertiban, disiplin, dan semangat melayani, ditanamkan melalui keteladanan dan tindak nyata, tidak sekedar melalui pengajaran di kelas. Semuanya itu dapat terwujud adalah berkat kegigihan dan ketekunan seluruh civitas akademika serta dukungan dari siswa dan orang tua/wali yang turut ambil bagian dalam berbagai program kegiatan sekolah.

Dengan pendekatan teknologi pendidikannya yang sangat memadai, maka tak berlebihan kalau pada akhirnya menjadi tumpuan harapan masyarakat dalam mendorong dinamika proses pendidikan nasional yang dicita-citakan. Kini dan esok, SMA Negeri 1 Betara tidak saja diharapkan sebagai salah satu pusat keunggulan, tetapi juga diharapkan dapat berperan aktif sebagai wahana penguatan iman dan taqwa serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagi dunia pendidikan, perubahan politik, ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan teknologi dan seni merupakan tantangan yang amat kompleks dan saling berkaitan. Dalam menghadapi tantangan global, SMA Negeri 1 Betara semakin berat karena selain harus memenuhi tuntutan lokal dan nasional, juga harus berusaha menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat regional dan global. Oleh karena itu, pendidikan di SMA Negeri 1 Betara, selain harus mampu memberikan pelayanan pedagogik, keilmuan dan profesionalisme untuk memenuhi kebutuhan individu peserta didik, juga harus mampu memberikan pencerahan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, SMA Negeri 1 Betara harus mengembangkan rencana strategisnya untuk jangka waktu lima tahun, 2011-2015. Rencana tersebut disusun dengan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan Rencana Strategis sebelumnya dan hasil-hasil Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman serta transisi budaya korporasi yang ada saat ini. Selanjutnya, dikembangkan kebijakan, sasaran, strategi, program kerja, dan indikator kinerjanya dengan standar mutu nasional tanpa mengabaikan kemungkinan penerapan standar internasional.

Keseluruhan upaya pengembangan SMA Negeri 1 Betara itu bertumpu pada wawasan kebangsaan dan penghayatan terhadap kemajemukan budaya, dan landasan falsafah kehidupan yang edukatif, ilmiah, dan religius.


 

BAB I

EVALUASI PELAKSANAAN RENSTRA 2011-2015

DAN ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIK

Keberadaan SMA Negeri 1 Betara menjadi sebuah Sekolah pada lingkungan yang strategis membangkitkan tuntutan baru berupa kesiapan mental untuk lebih mampu memainkan peranan sebagai agen perubahan. Hal ini dikaitkan dengan fungsi pendidikan tinggi yang tidak saja berorientasi pada penciptaan perubahan pada tingkat mikro individual, tetapi juga pada tingkat makro dalam bentuk perubahan sosial menuju masyarakat madani yang berbasis pada nilai moral Pancasila, dan pertumbuhan ekonomi untuk menuju kualitas hidup yang lebih baik.

Pada dasarnya Renstra SMA Negeri 1 Betara  2011-2015 merupakan kelanjutan dari Renstra sebelumnya dan disusun dengan memperhatikan perundang-undangan yang baru. Oleh karena itu penyusunan Renstra SMA Negeri 1 Betara  2011-2015 bertitik tolak dari data dan informasi tentang tingkat capaian pelaksanaan Renstra SMA Negeri 1 Betara  2006-2010 serta permasalahan yang belum terpecahkan secara optimal dan perlu ditindaklanjuti.

 

A. TINGKAT CAPAIAN TUJUAN

Hasil yang dicapai melalui pelaksanaan program yang dipayungi Renstra SMA Negeri 1 Betara  2006-2010 merupakan modal bagi pengembangan SMA Negeri 1 Betara pada lima tahun mendatang. Sebanyak 10 kebijakan diluncurkan dalam payung Renstra tersebut. Hal itu meliputi bidang akademik, ketenagaan, fasilitas pendidikan, penelitian dan pengembangan, organisasi dan manajemen, kesiswaan, kerjasama perguruan tinggi, komunikasi dan kebudayaan, pendidikan keimanan dan ketaqwaan, serta pembiayaan.

Pencapaian lainya yang dapat ditempuh, sebagai berikut:

  1. Pengembangan SDM yang memiliki daya dukung terhadap peningkatan kinerja sekolah;
  2. Peningkatan mutu pendidikan sesuai ketentuan perundangan baru untuk memperkuat daya saing lulusan;
  3. Peningkatan wawasan ImatQ dan Iftek, kepribadian, dan kompetensi sosial sebagai dasar untuk membangun budaya kerja di SMA Negeri 1 Betara;
  4. Peningkatan fasilitas pendidikan untuk mendukung pelaksanaan Proses Belajar Mengajar sesuai dengan standar nasional dan internasional;
  5. Peningkatan ketertiban, keamanan, kebersihan dan kenyamanan untuk mewujudkan kehidupan  sekolah  yang edukatif, ilmiah, dan religius;
  6. Peningkatan kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga lainya baik pemerintah maupun swasta di dalam maupun luar negeri untuk memperkuat citra dan kinerja SMA Negeri 1 Betarayang unggul;
  7. Penggalian dana dari berbagai sumber baik konvensional maupun inkonvensional;
  8. Peningkatan partisipasi peserta didik dalam berbagai program pengembangan bidang akademik, kegoatan lomba, dan penelitian;
  9. Pemasaran produk unggulan SMA Negeri 1 Betara melalui perluasan pasar dan perluasan jangkauan publikasi;

 

B. KONDISI YANG DIHADAPI DAN DAMPAK LINGKUNGAN STRATEGIK

  1. SMA Negeri 1 Betaradihadapkan pada persoalan yang kompleks, mengingat kondisi dan karakteristik siswanya yang sebagian besar memiliki nem dibawah standar. Dengan demikian, perlu dibuatkan langkah-langkah yang serius agar sejajar outputnya dengan sekolah lainya.
  2. Jumlah peminat masuk SMA Negeri 1 Betara setiap tahun rata-rata 150 pelamar. Selama satu dekade terakhir, hasil seleksi masuk SMA Negeri 1 Betara berkisar antara 45-75 dari skor tertinggi 100. Ini berarti SMA Negeri 1 Betara menerima siswa dengan potensi akademik yang amat beragam.
  3. Lulusan SMA Negeri 1 Betara 150 siswa per tahun dan hanya sekitar 10% diterima di perduruan tingi 5 % di perguruan tinggi swasta dan yang lainya bekerja serta lain-lain.
  4. Semakin meningkatnya jumlah pendaftar tiap tahunnya dan peningkatan jumlah siswa yang diterima berdampak pada semakin melemahnya daya dukung fasilitas belajar. Keterbatasan infrastruktur untuk mengakomodasi pengalaman belajar pada gilirannya memperlemah proses belajar-mengajar. Hal ini tercermin dari kecilnya jumlah curahan waktu siswa untuk aktif belajar.
  5. Kecenderungan di atas diperkirakan akan terus berlanjut pada sekitar lima tahun mendatang apabila infrastruktur masih belum dapat ditingkatkan. Hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap menurunnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran.
  6. Ciri kependudukan di Indonesia yang ditandai dengan besarnya prosentase kelompok usia muda berpengaruh terhadap peningkatan arus siswa pendaftar. Upaya sekolah untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah di Indonesia terbentur pada keterbatasan kemampuan orang tua dan siswa, serta kapasitas daya tampung dan pelayanan.
  7. Dalam kaitan itu, modernisasi sekolah merupakan sebuah prasyarat bagi sekolah untuk lebih mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Termasuk di dalamnya adalah segala bentuk fasilitas dan kelengkapannya, serta pemanfaatan teknologi informasi. Namun, faktor transaksi antara pendidik dan peserta didik tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh teknologi informasi, sehingga kedudukan tenaga kependidikan tetap strategis. Pemutakhiran model pembelajaran dan penyegaran substansi merupakan tuntutan yang mendesak dan hanya dapat dicapai apabila didukung oleh hasil penelitian inovatif.
  8. Jumlah guru SMA Negeri 1 Betara yang berkualifikasi pendidikan S1 dan S2 sebanyak 35 orang merupakan sumber daya potensial untuk mendukung pengembangan universitas. Tetapi, hal ini akan lebih bermanfaat apabila semua kemampuan itu dapat didayagunakan secara penuh dalam pelaksanaan tugas layanan. Apabila ketenagaan itu tidak dapat dikonsolidasi, sekolah akan menghadapi sebuah paradoks: yakni peningkatan kualifikasi guru tidak diiringi dengan peningkatan kontribusinya kepada pengembangan sekolah. Dengan demikian, sekolah menghadapi gangguan dalam sistem pendayagunaan ketenagaan yang apabila dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan akibat yang sangat fatal.
  9. Tuntutan pasar kerja terhadap sumber daya manusia yang bermutu membuat persaingan semakin ketat. Hal ini menyebabkan terjadinya pergeseran paradigma penyelenggaraan pendidikan dari motif sosial politik yang menekankan kesetaraan dan persamaan ke arah logika.

SMA Negeri 1 Betara sesungguhnya memiliki potensi untuk menjawab tantangan tersebut di atas. Hal ini dapat dilakukan misalnya melalui pemantapan program studi lama dan perluasan program studi baru yang dapat membekali para lulusan dengan kompetensi kompetitif, baik dalam kompetisi mendapatkan penidikan yang lebih tinggi di perguruan tinggi maupun menapatkan dan atau menciptakan lapangan kerja. Dengan demikian peningkatan kapasitas membangun selama lima tahun mendatang yang didukung pula oleh modernisasi sekolah. Ini berarti peningkatan kapasitas dan modernisasi sebagaimana diuraikan di atas mutlak diperlukan demi terwujudnya sekolah yang unggul.

 

B. KELEMAHAN

  1. Intaq siswa yang masih dibawah standar negeri. Menyebabkan selalu menunggu pengumuman negeri.
  2. SMA Negeri 1 Betara memiliki banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal, baik berupa potensi SDM guru maupun sarana prasarana, dapat dijadikan lahan untuk mengembangkan program-program unggulan atau sekolah-sekolah percontohan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
  3. Keterbatasan RAPBS dan fasilitas laboratorium dan workshop menyebabkan lembaga ini belum dapat berfungsi secara optimal.
  4. Mobilisasi SDM untuk menjalankan visi dan misi SMA Negeri 1 Betara sebagaimana yang diharapkan menuntut peningkatan kesejahteraan yang memadai.
  5. Belum lengkapnya parameter dan pedoman-pedoman penjaminan mutu (quality assurance) memerlukan kegiatan khusus pengembangannya.
  6. Kultur kerja yang sesuai dengan tuntutan sebuah sekolah dengan nilai inti yang terkait dengan etos kerja yang tinggi untuk menghasilkan inovasi dalam konteks sebagai guru terutama di bidang pengajaran belum terbangun.

C. PELUANG

  1. Status SMA Negeri 1 Betara adalah salah satu perubahan dan kepercayaan masyarakat khususnya dunia pendidikan hingga saat ini terus ingin menjadikan sekolah yang berwawasan insternasional. Upaya tersebut untuk melakukan berbagai terobosan kebijakan sehingga lebih fleksibel dalam menghadapi tantangan global dan sekaligus mengantisipasi kebutuhan masyarakat.
  2. Otonomi memungkinkan SMA Negeri 1 Betara akan menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi Negeri dan Swasta secara langsung. Melalui kemitraan ini SMA Negeri 1 Betara melakukan rujuk mutu (benchmarking) untuk meningkatkan kualitas, sekaligus memperoleh kesempatan untuk memperluas layanan kepada publik.
  3. Undang-undang tentang Guru dan Dosen serta PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan memberi peluang kepada Islam PB Soedirman untuk memaksimalkan perannya sebagai sekolah baik melalui program akademik maupun sertifikasi. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan minat lulusan SLTP untuk menjadi siswa yang unggul di bidang IPTEK dan IMTAQ. Dengan demikian citra dan kredibilitas SMA Negeri 1 Betara akan meningkat.
  4. Komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan menyediakan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD memberi peluang bagi SMA Negeri 1 Betara untuk berperan serta secara lebih aktif dalam memperbaiki kualitas mutu pendidikan.

 

D. ANCAMAN

  1. Munculnya beberapa sekolah swasta di sekitar SMA Negeri 1 Betara yang dikelola dan didukung oleh manajemen yang kuat dengan program-program kompetitif dalam dalam merespons tuntutan pasar.
  2. Rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap SMA Negeri 1 Betara mengharuskan melakukan revitalisasi sistem komunikasi dan informasi.
  3. Terbatasnya daya dukung anggaran pendidikan mengharuskan SMA Negeri 1 Betara menggali sumber dana pendamping dan menggunakannya secara efisien.
  4. Persaingan global, perkembangan ipteks dan tuntutan produktivitas SMA Negeri 1 Betara menuntut ketersediaan fasilitas pendidikan berstandar nasional, kesiapan SDM, dan sistem manajemen yang handal.
  5. Peta kebutuhan siswa dapat dijadikan dasar bagi SMA Negeri 1 Betara dalam menyusun program pembiayaan belum teridentifikasi dengan baik.
  6. 0tonomi dan desentralisasi SMA Negeri 1 Betara untuk melakukan penataan struktur organisasi, tatapamong, sistem manajemen, dan budaya kerja, yang menjamin organisasi yang kuat, efisien, transparan, demokratis, akuntabel, serta memiliki daya respon terhadap berbagai perubahan kebijakan pemerintah dan tuntutan masyarakat.
  7. Persaingan global, perkembangan ipteks dan tuntutan produktivitas menuntut ketersediaan fasilitas pendidikan berstandar nasional, kesiapan SDM, dan sistem manajemen yang handal.
  8. Masih Rendahnya tingkat kesejahteraan yang disebabkan oleh sistem desentralisasi penggajian guru yang mengharuskan SMA Negeri 1 Betara melakukan revitalisasi kebijakan peningkatan kesejahteraan dalam rangka meningkatkan mutu kinerja sekolah.

 

E. ASUMSI-ASUMSI

Pengembangan Rencana Strategis SMA Negeri 1 Betara  2011-2015 dilandasi oleh asumsi-asumsi berikut:

  1. Lulusan SLTP dalam periode lima tahun ke depan mengalami lonjakan yang tajam. Sementara itu, daya tampung sekolah negeri relatif konstan dalam jumlah yang terbatas.
  2. Tuntutan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan semakin tinggi sejalan dengan perkembangan ipteks dan tuntutan masyarakat.
  3. Pemberlakuan UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional jo PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan UU tentang Guru dan Dosen berpengaruh terhadap penyesuaian kurikulum untuk memenuhi persyaratan guru yang profesional dan kompeten.
  4. Modernisasi sekolah dan fasilitas pendidikan menjadi pendorong peningkatan citra SMA Negeri 1 Betara secara internal dan eksternal.
  5. Ketersediaan infrastruktur teknologi informasi memungkinkan peningkatan akses pendidikan secara luas yang akan mendorong SMA Negeri 1 Betara untuk melakukan distance learning dan e-learning.
  6. Kompleksitas problematika pendidikan akan meningkat sehingga menuntut kajian yang mendalam dan komprehensif.
  7. Optimalisasi potensi siswa memerlukan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.
  8. Modernisasi sekolah merupakan prasyarat untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan.
  9. Peningkatan layanan, kinerja, dan produk sekolah memerlukan sumber daya manusia yang handal sesuai dengan tuntutan profesi.
  10. Jejaring dan kemitraan dengan lembaga lokal dan nasional diperlukan untuk meningkatkan kualitas, akuntabilitas, dan pembangunan citra lembaga dalam hal ini SMA Negeri 1 Betara
  11. Unggulan-unggulan yang dimiliki SMA Negeri 1 Betara baik SDM maupun fasilitas, dapat diberdayakan untuk menggali sumber dana pendukung.


 

BAB III

RENCANA STRATEGIS

2011 -2015

  1. A.      VISI SEKOLAH 

Mewujudnyatakan internalisasi nilai etika, imtaq, iptek, dan berbudaya santun.

  1. B.      MISI SEKOLAH    
  2. C.       TUJUAN SEKOLAH :
  1. Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik melalui kegiatan peningkatan mutu pembelajaran
  2. Meningkatkan kreatifitas peserta didik melalui kegiatan pengembangan potensi diri
  3. Mengadakan kegiatan sosial yang memupuk sikap dan perilaku siswa ke arah yang lebih santun
  4. Memberikan sanksi bagi siswa yang melanggar disiplin dan tata tertib sekolah dan  memberikan penghargaan ( reward ) bagi siswa yang berprestasi
  5. Meningkatkan rasa iman dan taqwa melalui bimbingan dan kegiatan keagamaan
  6. Melaksanakan pembelajaran komputer dan internet sebagai upaya pencapaian kecakapan hidup ( life skill )
  7. Mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, aman, sejuk dan indah
  8. Menghasilkan alumni yang dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi
  9. Menggiatkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP )
  10. Mengusahakan kegiatan Proses Belajar Mengajar dan meningkatkan layanan informasi pendidikan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi
  1. Membekali siswa penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, budaya dan seni
  2. Membekali siswa agar memiliki nilai etika, imtaq, akhlak dan budi pekerti yang baik
  3. Menumbuhkembangkan pola pemikiran masyarakat betapa pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia
  4. Mengembangkan etos kerja dan profesionalitas bagi penyelenggara pendidikan
  5. Melaksanakan pembelajaran yang efektif bagi anak didik
  6. Mengefektifkan inovasi sistem pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan era globalisasi
  7. Mengusahakan sistem pembelajaran berbasis multi media
  8. Terbinanya hubungan yang serasi antara sekolah dengan lembaga yang terkait dan masyarakat
  9. Terciptanya manajemen sekolah yang efektif dan efesien untuk menuju sekolah SSN dan SNBI

 

D. PRIORITAS PENGEMBANGAN LIMA TAHUN KE DEPAN

Untuk mencapai tujuan yang dirumuskan di atas, ditetapkan prioritas pengembangan SMA Negeri 1 Betaralima tahun ke depan sebagai berikut:

  1. Peningkatan mutu akademik dan penembangan diri melalui kegiatan kesiswaan;
  2. Modernisasi  sekolah  dan fasilitas serta pengembangan jaringan ICT;
  3. Penataan kelembagaan dan sistem manajemen SMA Negeri 1 Betara
  4. Pengembangan usaha;
  5. Pengokohan kehidupan beragama;
  6. Peningkatan kesejahteraan;
  7. Peningkatan citra SMA Negeri 1 Betara

Implementasi prioritas pengembangan di atas didukung oleh strategi dasar berikut:

  1. Kepemimpinan yang transparan, konsisten, dan mengutamakan kebersamaan.
  2. Pengelolaan kelembagaan yang sinergis, efisien, dan produktif.
  3. Profesionalisme dalam manajemen.
  4. Partisipasi aktif, menyeluruh, dan terbuka melalui penguatan peran unit-unit dasar.
  5. Jejaring dan kemitraan pada tingkat lokal, dan nasional

E. KEBIJAKAN DAN PROGRAM

a. Pendidikan

Kebijakan dalam bidang pendidikan diorientasikan untuk meningkatkan kualitas akademik, kepribadian dan kemampuan sosial, guna mencapai keunggulan kompetitif, perluasan kesempatan dan akses untuk memperoleh pendidikan ke jenjang tinggi, menyempurnakan dan memantapkan program kurikulum, meningkatkan mutu Proses dan hasil Belajar Mengajar (PBM), mengembangkan dan meningkatkan program sertifikasi profesi pendidikan dan profesi lainnya, serta memperkuat jejaring dan kemitraan dengan lembaga-lembaga sekolah tingkat lokal, dan nasional

Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

  1. Meningkatkan daya tampung siswa potensial dan ketersediaan
  2. Memberdayakan program jurusan IPA dan IPS yang berdaya saing kuat dan sesuai dengan platform sekolah
  3. Mengembangkan sistem belajar bilingual yang bermutu dalam pelaksanaan pembelajaran;
  4. Mengevaluasi dan memperbaharui kurikulum, silabus, dan kalender akademik, dan laju perkembangan di lapangan secara berkelanjutan serta melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap implementasinya;
  5. Menetapkan standar mutu akademik dan memantau ketercapaian standar ketuntasan belajar;
  6. Meningkatkan mutu proses, dan hasil pembelajaran;
  7. Meningkatkan penulisan buku ajar dan modul bahan ajar;
  8. Mengembangkan kerjasama kelembagaan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia pada tingkat lokal an nasional ;
  9. Merintis kelas-kelas Unggulan dan akselerasi.
  10. Menyempurnakan sistem informasi manajemen akademik termasuk peningkatan pelayanan prima dalam bidang akademik;

Ketercapaian realisasi program-program tersebut dapat dilihat melalui indikator berikut:

  1. Meningkatnya jumlah siswa yang berpotensial.
  2. Terbentuknya antara dua sampai empat pilihan program studi
  3. Terlaksananya sistem belajar dengan dua bahasa untuk menunjang pelaksanaan dual system dalam pembelajaran;
  4. a. Tersusunnya kurikulum KTSP yang berbasis SKM yang adaptif  terhadap tuntutan

perundangan, perkembangan ipteks dan tuntutan masyarakat

  1. Tersusunnya deskripsi dan silabus untuk semua mata pelajaran yang diperbaharui secara berkelanjutan;
  2.  Terlaksananya evaluasi tahunan kurikulum;

5.    a. Tersusunnya standar mutu akademik;

b. Terlaksananya pemantauan tahunan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada

masyarakat berdasarkan standar mutu yang berlaku;

6. a. Rata-rata KKM setiap pelajaran untuk kelas Plus 7,5 dan kelas unggulan 8.00

b. Rata-rata lama penyelesaian belajar : 4 semester s.d 8 semster.

c. Terakreditasinya sekolah dengan predikat B

7. Pembuatan modul pembelajaran dan modul bahan ajar.

8. a. Terlaksanakannya MoU yang sudah ditandatangai dengan beberapa  PTN/PTS serta

lembaga lainya

b. Terselenggaranya kerjasama baru dengan lembaga lokal, nasional.

9. a. Terlaksananya sistem student link secara akurat.

b. Terbangunnya sistem layanan akademik untuk siswa yang berprestasidalam bidang-bidang khusus.

b. Kesiswaan

Kebijakan dalam bidang kesiswaan dan hubungan alumni berorientasi pada peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan kesiswaan untuk mendukung program sekolah guna memperoleh dan memperkaya kompetensi profesional, kepribadian dan sosial yang mantap, menuju keunggulan kompetitif. Kebijakan itu terfokus pada penguatan kelembagaan, pengembangan minat bakat, pengembangan kepribadian dan seni budaya, olah raga, peningkatan pendidikan keimanan dan ketakwaan, etika dan estetika, dan peningkatan kesejahteraan yang sejalan dengan peningkatan ketahanan terhadap ancaman erosi nilai moral norma luhur dan bahaya obat terlarang dan psikotropika, serta dukungan kuat dari alumni untuk pengembangan SMA Islam PB Soedirman

Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

  1. Mengembangkan dan menata manajemen kegiatan ekstrakurikuler
  2. Mengembangkan model-model untuk memfasilitasi pembinaan kepemimpinan OSIS.
  3. Mengembangkan sistem penelusuran minat, bakat dan kreativitas siswa serta model-model pembinaan dan pengembangannya.
  4. Meningkatkan prestasi siswa dalam berbagai kegiatan kesiswaan tingkat wilayah dan nasional.
  5. Mengembangkan sistem pembinaan kepribadian, seni budaya dan olah raga.
  6. Menyelenggarakan pertunjukan dan perlombaan seni budaya dan berbagai cabang olah raga yang berskala regional maupun nasional
  7. Mengembangkan model-model pembinaan untuk memperkuat ketahanan fisik maupun mental, guna menangkal erosi norma luhur, obat terlarang dan psikotropika.
  8. Mengembangkan sistem pengelolaan kegiatan home stay
  9. Meningkatkan pelayanan kesehatan dan santunan kecelakaan/kematian.
  10. Memantapkan jaringan kerjasama untuk memperbanyak peluang beasiswa bagi peningkatan kesejahteraan siswa.
  11. Meningkatkan partisipasi alumni dalam pengembangan SMA Negeri 1 Betara
  12. Memantapkan program bimbingan dan konseling karier siswa.

Ketercapaian realisasi program-program tersebut dapat dilihat melalui indikator berikut:

  1. Tertatanya kelembagaan dan lingkungan ekstrakurikuler
  2. Tersusunnya sistem penelusuran minat, bakat dan kreativitas siswa serta model-model pembinaan kegiatan OSIS.
  3. a. berprestasi tingkat lokal dan nasional
    1. Juara lomba karya ilmiah mahasiswa pada tingkat wilayah dan nasional.
    2. Juara pada Pekan Ilmiah Remaja Nasional
    3. Juara MTQ siswa Tingkat Wilayah dan Nasional
    4. Juara Lomba Karya Seni Budaya tingkat wilayah dan nasional.
    5. Juara Olahraga siswa tingkat wilayah dan nasional.
    6. a. Menguatnya kepribadian pendidik/pakar yang berbudaya
      1. Menurunnya peluang kasus siswa yang terkena HIV dan Narkoba hingga seminimal mungkin.
      2. Melaksanakan kegiatan home Stay dengan pengelolaan yang baik.
      3. a. Pemberian santunan kesehatan dan kecelakaan
        1. Menurunnya angka sakit dan kecelakaan
      4. Terbentuknya jaringan kerjasama dengan pemberi beasiswa (Lembaga Pemerintah Pusat/Pemda, Swasta, dan Yayasan).
      5. a. Revitalisasi IKA dalam mendukung pengembangan SMA Negeri 1 Betara

b. Meningkatnya partisipasi jumlah alumni dalam kegiatan-kegiatan pengembangan SMA Negeri 1 Betara

  1. Terselenggaranya bimbingan dan konseling karier minimal dua kali

 c. Modernisasi Sarana/Fasilitas

Kebijakan ini difokuskan pada modernisasi  sekolah  dan fasilitas berstandar dengan menempatkan realisasi bantuan pemerintah dalam prioritas tinggi.

Kebijakan di atas diwujudkan dalam sejumlah program sebagai berikut:

  1. Melaksanakan pembangunan fisik dan fasilitas  sekolah  berstandar nasional yang dibiayai  Pemerintah
  2. Memantapkan sistem manajemen fasilitas berdasarkan penjaminan mutu yang meliputi pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan dan pengamanan secara sistemik dan komprehensif.
  3. Mengupayakan dan memberdayakan berbagai bantuan untuk pengembangan fasilitas.
  4. Meningkatkan sistem sekuriti dan manajemen sekolah
  5. Memperluas, mengembangkan dan memberdayakan sistem pengelolaan tata ruang kelas belajar.

Ketercapaian realisasi program-program tersebut dapat dilihat melalui indikator berikut:

  1. Terselesaikannya ruang belajar dan ruang guru serta kelengkapannya
  2. Sempurnanya pedoman sistem manajemen fasilitas, pemeliharaan, pemanfaatan dan pengamanan.
  3. Diperoleh dan diberdayakannya bantuan dana dari lembaga pemerintah dan swasta.
  4. a. Tesedianya satu orang tenaga keamanan sekolah.
    1. Rendahnya gangguan keamanan sekolah.
    2. Tertibnya manajemen perparkiran kendaraan dalam sekolah.
    3. a. Tersusunnya sistem pengelolaan tata ruang kelas belajar.
      1. Terbangunnya ruang guru, taman, Green house.
      2. Pengadaan Jaringan ICT
      3. Penataan SDM
      4. Peningkatan Citra SMA Islam PB Soedirma

One Response to RENSTRA

  1. smabetara says:

    tq …. suprort terus ya …